Tebing Breksi, Sebuah Panorama Indah Dari Atas Tebing Kapur

<

          Sudah ada Candi Boko, lalu main ke Candi Ijo, wah lengkap rasanya hari libur ini dihabiskan untuk berwisata. Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, terbesit keinginan untuk mengabadikan sebuah momen sunset disekitar lokasi prambanan ini. Sepertinya ada satu spot wisata baru disekitar Candi Ijo yang cukup oke untuk dijadikan tujuan mencari sunset. Hanya berjarak 500 meter saja dari Candi Ijo, saya sudah sampai ke sebuah tempat wisata ini. Tebing Breksi namanya, letaknya masih satu jalan dengan Candi Ijo, kita hanya perlu menuruni jalan yang sebelumnya kita lewati untuk bisa sampai ke candi ijo, sekitar 500 meter kebawah jangan lupa menengok ke arah utara karena letaknya tidak langsung terlihat dari pinggir jalan. Kita harus masuk sedikit maka nampaklah sebuah tebing besar yang sengaja dipahat untuk dijadikan salah satu spot wisata teranyar yang ada di Jogja.

          Jika Candi Ijo merupakan salah satu wisata berbasis situs sejarah pada zaman kerajaan yang sudah ada beratus-ratus tahun lamanya, ternyata tebing breksi ini pun tidak kalah lawasnya. Tebing breksi ini merupakan sebuah karya pahatan alam yang terbentuk secara alami selama beribu tahun lamanya. Diyakini, tebing breksi adalah sebuah bukit bebatuan (kapur) yang berasal dari bekas endapan Gunung Api Purba Ngelanggeran, hal ini sudah banyak diteliti oleh para ahli geologi yang ada. Sebelum dibuat menjadi sebuah lokasi wisata, tebing breksi merupakan salah satu pusat pertambangan batu kapur di wilayah Prambanan. Namun karena sejak tahun 2015, dimana pemerintah DIY mulai menggalakkan pelestarian cagar budaya terutama yang bersifat geologi dan ekologi, kegiatan penggalian batu kapur di Tebing Breksi ini pun resmi diberhentikan. Sejak saat itu mulailah pengembangan potensi wisata dilakukan di kawasan ini. Sri Sultan Hamengku Buwono sebagai Gubernur Yogyakarta bahkan secara tertulis telah menetapkan Taman Tebing Breksi ini sebagai Kawasan Cagar Budaya pada bulan Mei 2015.

Amphitheater Tebing Breksi Spotasik
Amphitheater Tebing Breksi Spotasik

          Banyak hal yang lalu dikembangan pasca penetapan lokasi cagar budaya di taman tebing breksi ini, mulai dari pembuatan sebuah mini amphitheater, hingga pemahatan dinding tebing yang cukup besar. Pahatan dinding batu kapur raksasa ini dibuat menyerupai sebuah background pertunjukan yang bertemakan kesenian wayang. Saat tulisan ini dibuat, pahatan raksasa di dinding tebing utama ini masih dalam tahap pembuatan. Namun melihat keindahan dan estetikanya, sepertinya pembangunan konsep wisata cagar budaya di tebing breksi ini sudah diperhitungkan dengan sangat matang. Pembangunan mini amphitheater dilakukan dan diupayakan untuk dapat selesai duluan, hal ini dilakukan dengan tujuan agar amphitheater ini mampu untuk segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana panggung hiburan seni dan pertunjukan. Dilanjutkan dengan dibangunnya akses jalan atau anak tangga yang memudahkan pengunjung yang ingin naik dan menikmati pemandangan diatas tebing. Dengan sebuah pahatan raksasa yang sedang dilukis di dinding utama tebing, maka sekiranya cukup menarik untuk dinantikan bagaimana hasil akhir dari pembangunan taman tebing breksi ini.

        Tak terasa, cahaya senja mulai menyadarkan saya untuk ikut naik keatas tebing. Dengan membawa sebuah kamera sederhana saya siap untuk menaiki anak tangga yang dibuat di belakang tebing. Adanya tangga ini sangatlah membantu dan memudahkan para pengunjung yang ingin mendaki hingga ke puncak. Rasa senang pun mulai menghampiri saya sesaat setelah sampai ke atas tebing. Sebuah area yang cukup lapang, hijau dan sedikit dihiasi oleh bebunganan mampu mencuri pandang mata ini.

          Sebentar saya berjalan dan mencoba berkeliling diatas tebing ini. Ada banyak spot menarik yang sepertinya sengaja disiapkan oleh pengelola untuk memfasilitasi para wisatawan yang ingin berfoto cantik dengan konsep yang menarik. Dari atas tebing ini juga akan terlihat pemandangan indah sebuah amphitheater mini dan hamparan tanah lapang hijau yang digunakan sebagai lokasi parkir. Saya pun mulai mempersiapkan kamera dan tripod dan menempatkannya di salah sudut tebing yang cukup aman. Sebuah landscape alam dengan panorama cantik seolah sudah siap menanti untuk diabadikan dalam balutan lensa kamera. Saya harap-harap cemas menantikan datangnya sunset, awan kelabu yang sudah menemani sepanjang hari seakan tak mau berbagi cahaya senja.

Sunset Berawan di Tebing Breksi Spotasik
Sunset Berawan di Tebing Breksi Spotasik

          20 menit berlalu hingga waktu menunjukkan pukul 5:30 sore, kamera ini sudah siap untuk menantikan momen sunset yang ditunggu. Kecemasan saya pun sedikit terbukti, sejumlah awan mendung melengkapi perjalanan saya sore ini. Untunglah sang surya masih berbaik hati dan mau memberikan sedikit cahayanya. Matahari mulai tenggelam, terlihat semburat warna jingga mulai nampak turun di kejauhan. Alam memang tidak pernah berbohong untuk memberikan keindahan warna yang mempesona. Tak terlalu terang memang, namun masih cukup cantik untuk diabadikan. Saya pun lalu berpikir, ah mungkin memang hari ini bukan hari terbaik saya untuk mendapatkan sunset sempurna di tebing breksi, atau sepertinya tebing cantik ini memang sengaja menginginkan dan mengajak saya untuk dapat datang dan kembali di lain waktu untuk mengabadikan sunset sempurna diatas tebingnya. 🙂

@masdim_setiawan/spotasik

Comments

comments

Author Description

Recent Posts

No Responses to “Tebing Breksi, Sebuah Panorama Indah Dari Atas Tebing Kapur”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*