Desa Wisata Putat Gunung-Kidul

<

Berwisata seharian di desa Wisata Putat, Patuk Gunung-Kidul bisa jadi ide yang sangat menarik untuk liburan kali ini. Setidaknya ada 3 tempat (atau lebih tepatnya 3 dusun) yang wajib kamu datangi di desa wisata ini, masing-masing dari tiap dusun yang ada memiliki pesona dan objek wisata yang berbeda satu sama lainnya sehingga sangat cocok untuk kita nikmati dalam satu hari penuh.

Sesuai namanya, letak Desa wisata Putat ini masih berada di sekitar kecamatan Patuk, Gunung Kidul. Jaraknya sekitar 25 kilometer atau kurang lebih 1 jam perjalanan dari kota Jogjakarta ke arah Wonosari jika memakai kendaraan pribadi seperti mobil/motor. Tidak terlalu susah menemukan desa wisata Putat, apalagi di banyak aplikasi map semacam waze atau googlemap sudah tersedia dengan sangat baik petunjuk jalan kearah desa wisata ini. Baiknya memang kami sarankan untuk memakai kendaraan pribadi apabila ingin menikmati seluruh objek wisata yang ada di desa Putat, karena selain jaraknya yang cukup jauh dari kota, antar objek wisatanya pun tidak berdekatan satu sama lain meski masih dalam satu area Desa.

Masuk ke Desa Wisata Putat kita akan disambut oleh sebuah plang besar yang bertuliskan,”Selamat Datang di Desa Wisata Putat”, dari sini jalannya akan dibuat menanjak dan sedikit berkelok, kalian akan disuguhi pemandangan elok khas desa-desa di Gunung-Kidul, pemandangan bukit dan rimbunnya pepohonan akan membuat perjalanan lebih mengasyikkan. Ada 3 lokasi dusun yang menjadi rekomendasi kami, yaitu dusun Plumbungan, Bobung dan Batur. Lokasi dari 3 dusun saling bertetangga, nantinya kalian akan melewati dusun Plumbungan terlebih dahulu, lalu maju kearah dusun Bobung dan naik ke dusun Batur. Untuk sekedar informasi, Wisata Gn.Ngelanggeran atau Embung Ngelanggeran juga ada di wilayah desa ini, namun tidak akan kami ulas lebih jauh karena nilai wisatanya yang sudah sangat terkenal.

Desa Wisata Bobung

Dari banyaknya padukuhan yang ada di desa Putat ini, bisa dibilang Desa Bobung-lah yang sudah lebih dulu dikenal sebagai desa Wisata. Dusun ini terkenal dengan dengan wisata kerajinan seni pahatnya berupa topeng Jawa (traditional javanese craft mask) yang sudah lama mendunia. Di sini, kalian dapat menikmati beragam kerajinan seni pahat topeng yang cukup beragam. Ada banyak kelompok pengrajin di desa Bobung, kalian bisa melihat dan mendatangi beberapa crafts center secara langsung, kalian juga bisa membeli atau bahkan ikut berinteraksi dengan memahat topeng yang kalian inginkan.

Puas menikmati kerajinan seni pahat topeng tradisional, masih di dusun ini juga kalian bisa merelaksasi mata dan badan dengan berjalan ke arah objek wisata Goa Watu Joglo, yaitu sebuah objek wisata alam berupa goa kecil yang berbentuk seolah-olah atap rumah tradisional jawa dengan aliran air sungai jernih didalamnya. Kalian bisa puas bermain air dan berselfie ria dengan pemandangan yang asik khas pedesaan jawa. Tidak ada tarif masuk di objek wisata ini, namun wajib bagi kita untuk menjaga kebersihan objek wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Goa Joglo Bobung Spotasik

Sudah sejak tahun 2000, desa Bobung telah menjadi desa wisata terpadu dan memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang cukup handal, mereka memiliki rangkaian agenda tahunan dan juga pengorganisasian yang baik untuk sebuah tour wisata di desa ini. Peliputan akan desa wisata Bobung juga sudah banyak di internet, utamanya yang berbahasa inggris. Sepertinya desa ini lebih banyak dikenal oleh tourist mancanegara dibandingkan tourist lokal.

Desa Plumbungan

Kampung Mas Spotasik

Pada awal tahun 2016, ada sebuah spot kuliner unik yang cukup menarik para penggiat sosial media di wilayah Jogja dan sekitarnya, namanya adalah Kampung Mas. Spot kuliner yang satu ini mencoba mengangkat sebuah konsep lama akan kenikmatan menyantap makanan di pinggir sawah khas ala petani-petani desa, cukup asik terdengar bukan? Terlebih trend wisata kuliner saat ini juga seakan mengarah ke gaya lama. Bak gayung yang bersambut, menjual menu makanan ala desa dengan lokasi yang bernuansa alam seolah menjadi konsep yang sangat menjanjikan.

Saat terbaik untuk dapat menikmati kuliner di Kampung Mas adalah saat siang hari, dimana setelah badan sedikit lelah setelah berwisata di kampung Bobung, Ngelanggeran dan sekitarnya maka tegukan air kelapa yang dibuka langsung tentunya akan terasa nikmat. Sembari duduk beristirahat dibawah gubuk, hawa panas yang menghadang pun seolah menghilang berganti dengan angin sepoy persawahan. 5 menit kemudian datanglah warga sekitar yang dengan sigap membawa satu per satu olahan makanan yang siap untuk disantap. Nasi brekat, ayam ingkung hingga peyek ikan teri siap memanjakan selera para penikmat kuliner, luar biasa.

Desa Batur

Tenaga kembali terisi, jam santap siang sudah teratasi, ini artinya kalian sudah siap untuk melanjutkan wisata ke dusun Batur. Terletak tepat setelah dusun Bobung, dusun Batur merupakan dusun tertinggi yang ada di desa Putat secara geografis. Seperti nama sebuah gunung terkenal di pulau Bali, dusun Batur memiliki corak alam yang mengagumkan dengan objek wisata yang berkiblat pada keagungan alam. Di dusun ini kalian bisa menikmati sebuah objek wisata air terjun mini yang cukup asik dijadikan spot wefie yaitu air terjun Banyunibo. Berlokasi di lereng atau bawah bukit, kalian cukup memarkirkan kendaraan di lokasi yang sudah disediakan lalu melanjutkannya dengan berjalan kaki menuruni bukit. Jangan khawatir jalan yang digunakan sudah dibuat sedemikian bagus untuk pejalan kaki dan cukup landai untuk dilewati.

Desa Batur Gunung Kidul Spotasik

Cukup 5-10 menit waktu yang diperlukan hingga kalian dapat menemukan air terjun Banyunibo. Nama banyunibo diambil karena air terjun ini terlihat menjulang tinggi dari ujung bukit lalu mengalir deras seolah jatuh memecah bebatuan yang ada dibawahnya. Cukup indah untuk dinikmati dari sudut tepian sungainya, apalagi pemandangan yang ad di sekitar lokasi air terjun cukup indah untuk dilihat. Satu-satunya hal yang disayangkan dari Air terjun Banyunibo ini adalah karakter tepian air terjunnya yang cukup curam. Walaupun sebenarnya Banyunibo adalah sebuah air terjun yang cukup tinggi namun karena aksesnya yang terhalang bebatuan besar jadi sangat sulit dan sedikit berbahaya untuk menikmatinya.

Air terjun Banyunibo ini bukanlah satu-satunya tempat yang paling asik di dusun Batur. Ketika waktu beranjak sore ada baiknya bagi kalian untuk keluar dari parkiran air terjun dan menekan pedal gas kendaraan kalian ke rumah kepala dukuh setempat. Mereka (dan para warga dusun Batur lainnya) umumnya akan senang untuk menyambut kalian, bertamulah dengan sopan dan sebiasa mungkin menyapa setiap warga yang kalian temui, ini akan menambah asik wisata kalian di dusun ini. Parkirkan kendaraan kalian dengan rapi di depan rumah sang kepala dukuh, lalu turun dan berjalanlah kearah belakang dari rumah Kepala Dukuh setempat, karena letak spot paling asik di dusun Batur ini ada tepat di belakang rumah sang Kepala Dukuh.

Desa Batur Gunung Kidul Spotasik

Kiranya cukuplah bagi kalian untuk dapat menghabiskan pagi hingga senja dengan berwisata ke 3 desa wisata ini. Jangan lupa untuk membawa kamera dan isi penuh baterai smartphone sebelum berwisata. Khusus untuk makan siang di Kampung Mas, kalian bisa melakukan reservasi terlebih dahulu sebelum kesana, untuk info dan reservasinya sudah ada di googlemap. Menarik bagi kami untuk menerima respon kalian berupa foto selfie, wefie atau sekedar panorama alam dengan menguploadnya di instagram, jangan lupa berikan hashtag #spotasik agar kami dapat dengan mudah melihatnya. Salam wisata asik bersama SpotAsik 😀

@masdim_setiawan/spotasik

Comments

comments

Author Description

Recent Posts

No Responses to “Desa Wisata Putat Gunung-Kidul”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*