Candi Ijo, Sebuah Situs Candi Tertinggi di Jogjakarta

<

          Kabut-kabut putih mulai menyingsing pergi meninggalkan pepohonan hijau yang nampak lebat dari atas bukit. Perlahan tapi pasti, setelah hujan berhenti, terlihat kias-kias kabut mulai memunculkan semburat pemandangan alam yang sempurna. Sebuah gardu pandang yang sengaja dibuat di salah satu sudut parkir kompleks candi ini sangat memanjakan mata para pengunjung candi, menampilkan sebuah keelokan alam yang mampu menghipnotis jiwa menjadi lebih damai.

Penat setelah berkendara selama 1-2 jam perjalanan dari kota Jogja pun seolah hilang melihat momen yang ada. Hijaunya alam perbukitan yang dihiasi pepohonan ditambah bentangan area persawahan sungguh sangat menawan. Cukup lama saya terdiam disini, sambil sesekali mengarahkan kamera untuk mengabadikan momen yang ada.

Panorama Dari Atas Candi Ijo
Panorama Dari Atas Candi Ijo

          Kira-kira seperti itulah suasana asik saat pertama kali saya sampai ke spot wisata ini. Puas melihat hamparan hijau lukisan alam maka saya beralih meninggalkan gardu pandang, berjalan keatas sembari menapaki anak tangga yang akan membawa saya ke sebuah komplek candi tertinggi di Jogja yang bernama Candi Ijo. Tiga buah bangunan candi dan satu buah candi utama yang megah langsung menyapa lensa kamera saya. Sungguh elok candi ini, masih berdiri kokoh dengan anggunnya diatas sebuah bukit tinggi yang seringkali berkabut. Untuk sesaat saya sempat berpikir akan hebatnya nenek moyang kita yang hidup di zaman kerajaan dulu, mereka mampu membuat sebuah kompleks bangunan megah di sebuah tempat yang begitu tinggi, sebuah kompleks bangunan yang memiliki fondasi kokoh dan mampu tetap berdiri hingga saat ini. Terbayang alangkah repotnya membuat candi ini di zamannya, dimasa itu belum ada yang namanya semen atau pun kendaraan berat macam truk yang mampu membawa bongkahan batu-batu kali yang sangat besar, sungguh luar biasa.

          Sebentar saya menengok sebuah papan informasi yang ada di sisi selatan candi ini, dimana ada sebuah tulisan singkat mengenai sejarah dibangunnya kompleks Candi Ijo ini. Dari sini saya mengerti, bahwa bangunan Candi Ijo ini ternyata merupakan sebuah kompleks bangunan yang dibangun sebagai sebuah tempat peribadatan, dengan tiga candi kecil (Trimurti : Brahma, Wisnu, Syiwa) dan sebuah candi utama yang seolah menjadi inti atau pusat dari kompleks bangunan ini. Uniknya di kompleks Candi Ijo ini tidak terlihat adanya pintu atau lorong masuk ke dalam bangunan candi utama. Nah, di ketiga candi kecil inilah yang digunakan untuk melakukan sebuah ritual persembahayangan. Tak heran begitu saya memasuki ruang di dalam ketiga candi kecil ini, kesemuanya terdapat sebuah patung (arca) dan sebuah cawan besar yang mendampinginya, ditenggarai cawan inilah yang digunakan untuk mewadai suatu sesaji yang berhubungan dengan aktivitas peribadatan dimasanya. Kompleks Candi Ijo berdekatan dengan taman candi Ratu Boko (sebuah kompleks candi bekas reruntuhan istana) dan juga dikelilingi olah banyak situs candi disekitarnya, ini menandakan adanya sebuah peradaban yang cukup besar di wilayah kecamatan Prambanan pada masa lalu. Sangat menyenangkan untuk membayangkan seperti apa keberadaan masyarakat jawa kuno saat itu. Sambil melamun lalu saya coba menafsirkan, jika Taman Candi Ratu Boko adalah sebuah pusat kerajaannya maka sangat logis apabila tak jauh dari komplek candi boko dibangun sebuah candi persembahan yang ditujukan untuk acara peribadatan. Namun tentu saja ini hanya sebuah tafsiran dari saya, untuk kebenarannya mungkin perlu ditanyakan kepada ahli sejarah dan para arkeolog tentunya.

          Beralih melihat secara lebih luas kompleks bangunan Candi Ijo ini, disamping tiga candi kecil dan satu bangunan candi utama, terdapat puluhan hingga ratusan reruntuhan batuan yang menyerupai sebuah pagar tepat di belakang ketiga candi kecil. Seperti sebuah kompleks teras-berundak, pagar ini letaknya persis dibawah candi, dan membentuk seperti sebuah pintu masuk lengkap dengan anak tangga ditengahnya. Hal ini baru saya sadari karena memang pintu masuk candi lebih diarahkan ke pintu selatan, dimana di pintu masuk selatan ini kita diharuskan terlebih dahulu melewati pos keamanan sembari mengisi buku tamu yang disediakan. Sepertinya ini memang sengaja dibuat untuk lebih melindungi reruntuhan candi agar tidak makin hancur, dan mampu memusatkan para pengunjung untuk langsung masuk ke areal utama candi.

Couple Tourist at Candi Ijo
Couple Tourist at Candi Ijo

          Sangat mengasikan untuk menghabiskan waktu dan berwisata murah ke situs Candi Ijo, kenapa murah karena tiket masuk ke situs Candi Ijo ini masih digratiskan sampai sekarang. Kompleks bangunan yang berada di ketinggian membuat suasana yang ada menjadi lebih nyaman, lebih dingin, tidak panas, terlebih hijaunya area taman di candi ini mampu membuat pengunjung untuk berlama-lama dan pastinya berselfie ria di tiap sudut bangunan candi. Ada dua areal parkir yang tersedia di kompleks candi ini, cukup untuk memuat beberapa motor dan mobil pribadi. Area parkir ini dibuat oleh para pemuda atau karang-taruna setempat, dan untuk memfasilitasi para pengunjung dibangun pula toilet dan sebuah gardu pandang untuk melihat keindahan alam yang ada di bawah bukit.

          Oiya, karena keberadaan Candi Ijo ini yang letaknya diatas bukit, sangat tidak memungkinkan apabila kita ingin berwisata kesini menggunakan bus, tidak adanya kantong parkir yang luas serta jalan yang cukup menanjak kiranya sudah menjadi penghalang. Jadi untuk para pelaku wisata, sepertinya kendaraan semacam minibus bisa menjadi pilihan terbaik bagi yang ingin berwisata secara group/rombongan ke candi ini. Ingat, belum ada kendaraan umum yang bisa mengantar kita secara langsung ke kompleks candi ini, oleh karenanya sebagai turis cukuplah sekiranya bagi kita untuk menyewa sebuah mobil atau pun motor untuk mengunjungi candi ini. Disamping lebih memudahkan, kita pun bisa berpindah wisata dengan cukup mudah ke tempat wisata lainnya, mengingat disekitar Candi Ijo ini juga terdapat banyak lokasi wisata, seperti Tebing Breksi dan Kompleks Taman Candi Ratu Boko, lokasi Candi Ijo ini pun sudah bisa diakses dengan baik melalui aplikasi google-maps. Jadi tunggu apalagi, siapkan waktumu dan selamat berwisata. 😀

@masdim_setiawan/spotasik-

Comments

comments

Author Description

Recent Posts

No Responses to “Candi Ijo, Sebuah Situs Candi Tertinggi di Jogjakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*